Narasumber : Mujiyono, S.Pd., M.Pd.
Kita mencitakan Indonesia menjadi negara kuat yang membawa misi rahmat keadilan bagi segenap umat manusia, agar bangsanya menjadi contributor peradaban dan buminya menjelma menjadi taman kehidupan yang tenteram dan damai.
Sesuai dengan tujuan nasional : melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. oleh karena itu satuan pendidikan perlu ambil bagian dalam mencegah stunting melalui pendidikan di sekolah.
Menurut Andrew J. Prendergast & Jean H. Humphrey, stunting adalah "sindrom stunting" yang ditandai gagal tumbuh linier di awal kehidupan akibat malnutrisi kronis, berdampak jangka pendek (peningkatan sakit), menengah (penurunan kognitif), dan panjang (produktivitas rendah, risiko penyakit metabolik), menciptakan siklus kemiskinan antargenerasi karena perempuan stunting cenderung melahirkan anak stunting juga. Stunting adalah masalah multifaktorial yang dipengaruhi dari masa sebelum kehamilan hingga dewasa, tidak hanya gizi tetapi juga sanitasi, kesehatan, pola asuh, hingga sosial ekonomi.
Menurut Bp Mujiono, S.Pd., M.Pd pengawas SMP N 3 Gondangrejo, ada empat pilar sekolah untuk Mencegah Stunting yaitu Kualitas Proses Pembelajaran, Pendidikan holistik Integratif, peran serta orangtua dan Kepemimpinan dalam pengelolaan. Arahan ini beliau sampaikan pada acara workshop awal semester genap 5 Januari 2026 di Pengging Banyudono Boyolali.
Karena itu setiap warga sekolah harus ditumbuhkan kesadaran akan peran strategis sekolah dalam pencegahan stunting seperti : Deteksi dini pertumbuhan anak, intervensi gizi dengan edukasi makan bersama siswa, dan stimulasi psikosial (bermain edukatif). tegas Pak Muji yang 1 Februari 2026 ini mamasuki masa purna tugas.